KBM FAI UAD Gelar Kongres untuk Memperkuat Sinergi

KBM FAI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar kongres untuk memperkuat sinergi (Foto. KBM FAI UAD)
Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Agama Islam Universitas Ahmad Dahlan (DPM FAI UAD) sukses menyelenggarakan Kongres KBM FAI 2026. Kegiatan akbar yang mengusung tema “Mewujudkan KBM FAI yang Progresif, Kolaboratif, dan Berintegritas” ini berlangsung selama lima hari berturut-turut pada tanggal 17-21 Juli 2026.
Ketua DPM FAI UAD, Gaesa Kahfi, menjelaskan bahwa kongres ini memegang kedudukan yang sangat penting bagi dinamika organisasi mahasiswa di lingkungan fakultas. Pasalnya, forum tertinggi ini hanya dilaksanakan satu kali dalam satu periode kepengurusan.
Pelaksanaan Kongres KBM FAI 2026 melibatkan partisipasi aktif dari seluruh elemen di lingkungan fakultas. Mulai dari peserta tetap, peserta peninjau dari unsur alumni, panitia, pimpinan sidang, Organisasi Mahasiswa (Ormawa) FAI, pihak dekanat, hingga perwakilan dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas (BEM U) dan DPM Universitas yang semuanya memegang peran positif masing-masing.
Uniknya, rangkaian sidang dan acara disebar di beberapa lokasi strategis demi memfasilitasi kebutuhan KBM FAI secara maksimal sekaligus efisiensi anggaran. Hari pertama kegiatan dipusatkan di Ruang Serbaguna Gedung Utama Kampus 4, kemudian berlanjut ke SMP Muhammadiyah 7 Yogyakarta pada hari kedua. Memasuki hari ketiga, persidangan dilanjutkan di Ruang Auditorium Kampus 2A, sebelum akhirnya ditutup di Aula IC UAD Kampus 4 pada hari keempat dan kelima.
Rangkaian kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan Studium Generale untuk bersama-sama menyatukan pandangan terkait kesiapan KBM FAI di masa depan, yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai sidang pleno hingga ditutup dengan pelantikan pengurus baru. Meski sempat menemui sedikit kendala teknis seperti beberapa mahasiswa yang belum sepenuhnya memahami alur persidangan, jalannya musyawarah tetap kondusif dan terkendali dalam koridor tata tertib yang berlaku.
Kahfi mengungkapkan bahwa ada dinamika positif yang sangat mencolok pada penyelenggaraan kongres tahun ini, yakni meningkatnya keberanian berpendapat dari kalangan mahasiswa muda.
“Dinamika yang unik pada kongres hari ini adalah rasa kepemilikan KBM FAI mulai tumbuh. Dilihat dari kongres periode sebelumnya yang mahasiswa semester 2 masih belum berani angkat berbicara, namun kongres periode ini sebaliknya,” ungkapnya.
“Di sini membuktikan bahwa dalam urun kebaikan jangan menunggu satu sampai tiga periode di Ormawa. Namun, cukup kita punya rasa memiliki, maka ketika ada yang terluka semua ikut andil untuk mengobati dan mengharapkan kesembuhan,” imbuh Kahfi penuh semangat.
Melalui siding-sidang pleno dan komisi yang telah disepakati, kongres ini menghasilkan berbagai keputusan penting. KBM FAI diimbau untuk sama-sama membaca dan mencermati hasil sidang komisi yang memuat berbagai rekomendasi untuk FAI selanjutnya agar arah gerak organisasi menjadi lebih terarah sebagai hasil musyawarah bersama.
Menutup rangkaian wawancara, Kahfi berpesan kepada para pengurus baru dan seluruh KBM FAI agar senantiasa merawat nilai-nilai sinergi dan kebermanfaatan dalam mengarungi kepengurusan ke depan. “Apa yang telah dicapai kongres ini dapat menjadi cerminan bahwa kita janganlah sendiri, kita punya keluarga di FAI ini. Untuk para pengurus Ormawa FAI, jangan pernah berhenti memberikan kontribusi sekecil apapun untuk FAI, sekadar memberikan senyuman sesama FAI itu sudah termasuk kontribusi psikologis,” pesan Kahfi.
“Kemudian untuk KBM FAI, tolong jangan pernah diam ketika kalian ada masalah, sampaikan walau itu hanya satu kata. Budaya perbaikan berkelanjutan, sinergi, dan kebermanfaatan mari kita bawa hingga akhir hayat nanti,” pungkasnya. (Ana)
