• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

Wisudawan Terbaik FSBK Menemukan Makna Inklusivitas di UAD

10/08/2026/in Feature /by Ard

Arivansi Ringu Kodi, wisudawan terbaik FSBK Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada wisuda periode IV Tahun 2026 (Foto. Arivansi).jpg

Tidak semua perjalanan dimulai dengan keyakinan. Ada yang justru berawal dari keraguan, dipenuhi pertanyaan, lalu perlahan menjelma menjadi cerita yang mengubah cara seseorang memandang kehidupan.

Begitulah perjalanan Arivansi Ringu Kodi, lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi (FSBK) Universitas Ahmad Dahlan (UAD), yang berhasil dinobatkan sebagai Wisudawan Terbaik FSBK pada Wisuda Periode IV Tahun 2026.

Di balik capaian akademik yang membanggakan, tersimpan kisah tentang keberanian melangkah ke lingkungan yang sama sekali baru. Berasal dari daerah dengan mayoritas penduduk beragama Kristen, Arivan sempat menyimpan kekhawatiran ketika memutuskan melanjutkan studi di UAD, sebuah perguruan tinggi Muhammadiyah.

Namun, keraguan itu perlahan sirna seiring berjalannya waktu. “Sebagai mahasiswa Kristen yang berkuliah di Universitas Ahmad Dahlan, saya datang dengan banyak pertanyaan dan kekhawatiran. Namun, selama menjalani perkuliahan saya justru menemukan begitu banyak kesempatan untuk berkembang,” ujarnya.

Baginya, penghargaan sebagai wisudawan terbaik bukan sekadar pengakuan atas nilai akademik yang diraih selama kuliah. Lebih dari itu, penghargaan tersebut menjadi simbol perjalanan panjang untuk bertahan, bertumbuh, dan membuktikan bahwa perbedaan tidak pernah menjadi penghalang untuk meraih prestasi.

Selama menempuh pendidikan di UAD, Arivan aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik dan nonakademik. Prestasi demi prestasi berhasil ia persembahkan, di antaranya Juara I Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Fakultas Sastra, Budaya, dan Komunikasi, Finalis Pilmapres Universitas Ahmad Dahlan, Juara I U-DARE 3.0 International Competition, Juara I International Presenter Ahmad Dahlan International Seminar, Juara II Ahmad Dahlan Youth Competition, Juara II National Public Relations Campaign Competition Monalisa, hingga menjadi delegasi UAD pada National University Debating Championship.

Di antara seluruh pencapaian tersebut, kompetisi U-DARE 3.0 International Competition yang diselenggarakan Universitas Syiah Kuala menjadi pengalaman yang paling membekas. Ajang internasional yang diikuti peserta dari lebih dari delapan negara itu tidak hanya memberinya gelar juara, tetapi juga kesempatan menginjakkan kaki di Titik Nol Kilometer Indonesia, Pulau Sabang.

“Bagi saya, momen itu menjadi simbol bahwa mimpi dapat membawa seseorang ke tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah saya bayangkan,” kenangnya.

Meski demikian, Arivan meyakini bahwa pencapaian tersebut tidak lahir semata karena kemampuan pribadi. Ada lingkungan yang memberinya ruang untuk tumbuh tanpa memandang latar belakang agama.

Selama menjadi mahasiswa, ia merasakan bahwa UAD benar-benar menghadirkan makna dari slogan “Semua Bisa Kuliah di UAD.” Kesempatan untuk mengikuti kompetisi, aktif berorganisasi, hingga mewakili fakultas dan universitas diberikan tanpa membedakan identitas keagamaan.

“Saya memperoleh hak, kesempatan, dan ruang pengembangan diri yang sama seperti mahasiswa lainnya. Teman-teman, dosen, dan lingkungan kampus sangat terbuka, suportif, serta menghargai perbedaan,” tuturnya.

Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa keberagaman bukan sekadar konsep yang diperbincangkan, melainkan nilai yang dihidupkan dalam keseharian kampus. Di tengah keberagaman, Arivan justru menemukan ruang yang membuatnya semakin percaya diri untuk berkembang.

Baginya, UAD tidak hanya mengajarkan teori di ruang kelas, tetapi juga membentuk karakter melalui keseimbangan antara kecerdasan intelektual dan integritas moral.

“Seseorang tidak cukup hanya cerdas secara akademik, tetapi juga harus memiliki moral yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Nilai itu yang banyak membentuk cara saya berpikir, mengambil keputusan, dan berinteraksi dengan orang lain,” katanya.

Di balik konsistensinya meraih prestasi, Arivan memegang teguh prinsip sederhana, yakni menyelesaikan setiap hal yang telah dimulai dan tidak menyia-nyiakan setiap kesempatan yang datang. Ia percaya bahwa setiap peluang adalah ruang untuk belajar, bertumbuh, dan mengenal potensi diri lebih jauh.

Dalam menjalani berbagai aktivitas akademik, organisasi, penelitian, hingga kompetisi, ia membiasakan diri menentukan prioritas berdasarkan tingkat urgensi dan dampaknya. Baginya, keberhasilan bukan tentang melakukan semuanya sekaligus, melainkan tentang menjalankan setiap tanggung jawab dengan sepenuh hati.

Perjalanan Arivan menjadi bukti bahwa prestasi lahir dari keberanian mengambil kesempatan, sementara kesempatan akan bermakna ketika didukung oleh lingkungan yang memberikan ruang yang setara bagi setiap orang.

Arivan berpesan  kepada calon mahasiswa, khususnya mereka yang berasal dari latar belakang non-Muslim dan masih ragu memilih UAD, “Jangan pernah takut untuk memulai dan mengambil setiap kesempatan yang ada. Saya telah membuktikan sendiri bahwa menjadi bagian dari kelompok minoritas tidak menghalangi seseorang untuk berkembang dan berprestasi. UAD memberikan ruang yang sama bagi setiap mahasiswa untuk tumbuh tanpa memandang latar belakang agama.“

Kisah Arivansi Ringu Kodi menjadi cerminan bahwa sebuah kampus tidak hanya diukur dari kualitas akademiknya, tetapi juga dari kemampuannya menghadirkan ruang belajar yang inklusif, saling menghormati, dan memberi kesempatan yang sama kepada setiap insan untuk berkembang.

Di UAD, keberagaman tidak menjadi sekat. Justru dari perbedaan itulah tumbuh kepercayaan, kolaborasi, dan prestasi. Sebab ketika setiap mahasiswa diberi ruang yang sama untuk bermimpi, siapa pun dapat melangkah lebih jauh, bertumbuh lebih tinggi, dan membuktikan bahwa semua memang bisa kuliah di UAD. (Mawar)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Arivansi-Ringu-Kodi-wisudawan-terbaik-FSBK-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-pada-wisuda-periode-IV-Tahun-2026-Foto.-Arivansi.jpg.jpeg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-08-10 11:26:352026-08-10 11:26:35Wisudawan Terbaik FSBK Menemukan Makna Inklusivitas di UAD
You might also like
Tim PkM UAD Gelar Pelatihan Pembuatan Masker Peel Off Ekstrak Bunga Rosela
Risalah "Islam Berkemajuan" Muhammadiyah
Aleeya Hijab, Brand Fashion Buatan Mahasiswa UAD
Mahasiswa KKN Dorong Dakwah Modern dengan Pelatihan Tablig Digital untuk Komunitas Mualaf
Stan Halal Center UAD pada Kegiatan SiBakul Halal Fest 2024
Mengenal Pembelajaran Sastra Indonesia yang Memesona

TERKINI

  • Program Doktor Ilmu Farmasi UAD Luluskan Doktor ke-15 Melalui Riset Edukasi Vaksin Covid-1910/08/2026
  • Dari Rakyat, Oleh Rakyat, Untuk Rakyat08/08/2026
  • UAD Terjunkan 1.676 Mahasiswa KKN-PLP Periode 2026/202707/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Kembangkan Nanoterapi Berbasis Minyak Atsiri Nilam untuk PPOK06/08/2026
  • Tim PKM RE UAD Hadirkan Inovasi Inhalasi Berbasis Kitosan untuk Terapi PPOK06/08/2026

PRESTASI

  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026
  • Tim BEKAMIE UAD Raih Juara 2 pada Ajang Studentpreneur Bootcamp 202629/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 2 Lomba Video Kreatif Dahlan Culture Festival 202628/07/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara III Monolog pada PEKSIMIPROV DIY 202628/07/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top