Mahasiswa KKN UAD Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Optimalkan Potensi Daun Singkong sebagai Olahan Pangan di Batur Turu (Foto. KKN)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode 159 Unit V.C.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar pelatihan pembuatan dendeng berbahan dasar daun singkong bersama ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) Padukuhan Batur Turu, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari, Kabupaten Gunungkidul. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 3 September 2026, tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan pangan lokal sekaligus meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengembangkan produk olahan rumah tangga.
Pelatihan berlangsung di kediaman Hartini, salah satu anggota KWT Padukuhan Batur Turu. Daun singkong dipilih sebagai bahan utama karena relatif mudah diperoleh dan banyak tersedia di lingkungan masyarakat. Selama ini, pemanfaatannya sebagai bahan pangan olahan masih belum optimal sehingga mahasiswa KKN UAD melihat adanya peluang untuk meningkatkan nilai guna bahan tersebut.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai potensi daun singkong serta tahapan pengolahannya menjadi dendeng. Mahasiswa KKN kemudian mendampingi peserta dalam mempraktikkan proses pembuatan secara langsung, mulai dari pemilihan dan pencucian daun singkong, perebusan, pemberian bumbu, hingga penggorengan.
Keterlibatan ibu-ibu KWT dalam setiap tahapan menjadi bagian penting dari pelatihan. Selain memperoleh pengetahuan mengenai teknik pengolahan, peserta juga dapat secara langsung memahami proses pembuatan produk yang berpotensi dikembangkan sebagai olahan pangan rumah tangga.
Setelah proses pengolahan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan mencicipi hasil dendeng daun singkong. Peserta kemudian berdiskusi mengenai kemungkinan pengembangan produk, termasuk aspek pengemasan dan pemasaran. Diskusi tersebut diarahkan untuk membuka wawasan peserta mengenai peluang menjadikan pangan lokal sebagai produk yang memiliki nilai tambah.
Ketua KKN UAD Unit V.C.2, Herbima, mengatakan, “Kami berharap pelatihan ini dapat menambah keterampilan ibu-ibu KWT dan mendorong pemanfaatan daun singkong menjadi produk yang bernilai jual,” ujarnya.
Respons positif juga disampaikan Hartini selaku anggota KWT Padukuhan Batur Turu. Ia mengapresiasi pelatihan yang diberikan mahasiswa KKN UAD dan berharap pengetahuan yang diperoleh dapat dikembangkan secara berkelanjutan oleh anggota KWT. “Semoga melalui pelatihan dendeng daun singkong ini, ibu-ibu KWT Batur Turu semakin kreatif mengolah bahan lokal sehingga dapat menjadi produk unggulan dan membuka peluang usaha bernilai ekonomi,” ungkapnya.
Pelatihan tersebut tidak hanya berorientasi pada praktik pengolahan pangan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengoptimalkan potensi yang tersedia di lingkungan sekitar. Pengolahan daun singkong menjadi dendeng diharapkan dapat memberikan alternatif pemanfaatan bahan pangan sekaligus membuka peluang pengembangan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi.
Bagi mahasiswa KKN UAD, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan melalui pengabdian kepada masyarakat. Interaksi bersama ibu-ibu KWT turut memperkuat komunikasi dan kerja sama antara mahasiswa dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Kegiatan ditutup dengan makan bersama dan sesi foto antara mahasiswa KKN UAD dan ibu-ibu KWT Padukuhan Batur Turu. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UAD Unit V.C.2 berharap keterampilan yang telah diperoleh peserta dapat terus diterapkan dan dikembangkan sehingga potensi pangan lokal di Padukuhan Batur Turu dapat dimanfaatkan secara lebih optimal. (Mawar)
