KKN UAD Perkaya Potensi KWT Kalimenur melalui Penanaman TOGA

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) perkaya potensi KWT Kalimenur melalui penanaman TOGA (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 159 Unit III.B.2 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama warga RT 006 Dusun Kalimenur menanam lima jenis Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebanyak 50 tanaman pada Minggu, 30 Agustus 2026. Kegiatan tersebut melibatkan delapan ibu-ibu Kelompok Wanita Tani (KWT) dan sembilan mahasiswa KKN sebagai upaya menambah variasi tanaman di lahan KWT yang selama ini didominasi tanaman sayur dan buah.
KWT RT 006 Kalimenur telah berdiri sejak 2014–2015 dan selama ini berfokus pada penanaman sayuran dan buah. Ketua RT 006, Endang, mengatakan tanaman sayur sengaja diperbanyak karena menjadi salah satu kebutuhan sehari-hari warga. Selain dikonsumsi sendiri, hasil panen juga dapat dijual apabila jumlahnya berlebih.
“Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari otomatis sayuran yang diperbanyak lebih dulu, seperti terong, kangkung, tomat, dan bayam. Kalau panennya banyak, bisa dijual,” ujar Endang.
Namun, tanaman sayuran memiliki keterbatasan karena masa panennya relatif singkat dan tidak dapat bertahan lama. Kondisi tersebut membuat warga perlu menunggu masa panen berikutnya. Di sisi lain, KWT sebelumnya juga telah menanam beberapa tanaman obat, seperti serai dan jahe. Saat ini, lahan KWT masih dimanfaatkan untuk menanam merica dan timun.
Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN menambahkan variasi tanaman obat melalui program penanaman TOGA. Kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai manfaat TOGA kepada ibu-ibu KWT, sekaligus memperkenalkan lima jenis tanaman obat, yaitu jahe, kunyit, kencur, binahong, dan serai.
Mahasiswa KKN turut menyiapkan media tanam berupa tanah, kompos, dan polybag. Setiap jenis TOGA juga dilengkapi papan nama yang memuat informasi mengenai manfaatnya sehingga warga dapat mengenali dan memahami kegunaan masing-masing tanaman.
Sementara itu, Reni menambahkan bahwa pihak KWT telah mengarahkan ibu-ibu di RT 006 untuk menanam setidaknya satu jenis tanaman obat di setiap rumah. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas pemanfaatan TOGA sekaligus mendorong kemandirian warga dalam menyediakan tanaman obat untuk kebutuhan keluarga.
“Kita sudah memberikan pengarahan juga ke ibu-ibu, untuk setiap rumah setidaknya ada tanaman obat, mungkin jahe atau serai,” katanya.
Dengan bertambahnya variasi TOGA, lahan KWT RT 006 Kalimenur kini memiliki dua fungsi utama, yakni tanaman sayur dan buah untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari serta tanaman obat untuk mendukung pemenuhan kebutuhan kesehatan keluarga. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UAD turut mendorong pemanfaatan lahan secara lebih beragam dan berkelanjutan. (dnd)
