PLP-KKN UAD Jadikan Hidroponik sebagai Media Edukasi Lingkungan di SMAN 1 Piyungan

PLP-KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) jadikan hidroponik sebagai media edukasi lingkungan di SMAN 1 Piyungan (Foto. PLP-KKN UAD)
Mahasiswa Pengenalan Lapangan Persekolahan Kuliah Kerja Nyata (PLP-KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar edukasi dan pelatihan budidaya tanaman hidroponik di SMA Negeri 1 Piyungan, pada Jumat, 11 September 2026. Kegiatan tersebut melibatkan 30 siswa yang terdiri atas tiga perwakilan dari setiap kelas X dan XI.
Pemilihan perwakilan siswa dilakukan agar pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diteruskan kepada siswa lain di masing-masing kelas. Kegiatan dibuka oleh Suryani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), selaku pembawa acara. Selanjutnya, sesi edukasi disampaikan oleh Majmu’atus Sururriyah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, bersama Faza Warda Nadilla, mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK).
Materi yang diberikan mencakup pengenalan budidaya hidroponik, manfaat, jenis media tanam yang dapat digunakan, tahapan penanaman menggunakan media sekam bakar, hingga perawatan tanaman. Melalui kegiatan tersebut, siswa dikenalkan pada hidroponik sebagai alternatif bercocok tanam yang dapat diterapkan pada lingkungan dengan keterbatasan lahan.
“Budidaya tanaman hidroponik di sekolah dapat menjadi sarana bagi teman-teman untuk belajar dan praktik secara langsung. Metode ini juga efisien diterapkan pada lingkungan dengan lahan terbatas serta dapat menjadi salah satu upaya untuk menjaga kualitas lingkungan,” ungkap Ria.
Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti praktik budidaya tanaman secara langsung dengan pendampingan mahasiswa PLP-KKN UAD. Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk mempraktikkan tahapan budidaya, mulai dari memilih dan menyiapkan media tanam, memasukkan sekam bakar ke dalam instalasi paralon, mengelompokkan tanaman berdasarkan jenis, melakukan penanaman, hingga mempelajari perawatan tanaman.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, perwakilan siswa dilibatkan dalam piket perawatan dan penyiraman tanaman secara berkala. Mereka juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada teman-teman di kelas masing-masing sehingga manfaat pelatihan dapat menjangkau lebih banyak siswa.
Aji, selaku Ketua KKN Unit III.A.3, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada keterampilan bercocok tanam, tetapi juga mendorong kepedulian siswa terhadap lingkungan.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali siswa dengan keterampilan praktis dalam bercocok tanam sekaligus menumbuhkan karakter peduli lingkungan. Harapannya, program ini tidak berhenti setelah pelatihan selesai, tetapi dapat terus dirawat dan dikembangkan oleh siswa sehingga mendukung program sekolah serta upaya pelestarian lingkungan,” jelasnya.
Melalui edukasi dan praktik budidaya hidroponik, mahasiswa PLP-KKN UAD berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik langsung. Keterlibatan siswa dalam perawatan tanaman diharapkan dapat menjaga keberlanjutan program sekaligus menjadikan area hidroponik sebagai ruang belajar hijau di SMA Negeri 1 Piyungan. (Mawar)
