KKN UAD Kenalkan Teh Herbal dari Limbah Rambut Jagung

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan olahan tee herbal dari limbah rambut jagung (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 155 Unit VIII.C.3 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berhasil menyelenggarakan penyuluhan dan pelatihan pembuatan teh dari rambut jagung (corn silk). Kegiatan yang menyasar anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ini berlangsung di Balai Dusun Pokdadap, Desa Dadapayu, Kapanewon Semanu, Kabupaten Gunungkidul, pada Selasa 10 Februari 2026.
Kegiatan yang diikuti oleh 16 peserta tersebut bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian. Selain itu, program ini juga mendorong inovasi produk herbal yang berpotensi meningkatkan nilai ekonomi hasil tani setempat. Selama ini, rambut jagung hanya dianggap sebagai limbah yang dibuang atau dibakar oleh warga.
Ketua Unit KKN VIII.C.3, Arya Langgeng Nur Prambayu Utama, menjelaskan bahwa program tersebut dirancang berdasarkan hasil observasi dan analisis kebutuhan masyarakat di lokasi KKN.
“Sebelum menentukan program ini, kami menemukan adanya kebutuhan inovasi pengolahan hasil pertanian. Dari situ, kami melihat potensi rambut jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh warga,” ujarnya.
Acara diawali dengan penyuluhan mengenai perbedaan obat herbal dan obat kimia, serta pemanfaatan potensi tanaman sekitar sebagai sumber bahan alami. Sesi kemudian dilanjutkan dengan demonstrasi pembuatan teh rambut jagung yang diikuti dengan praktik langsung oleh para peserta. Inisiator program, Alfi Lutfiah Putri, secara rinci memaparkan tahapan pengolahan limbah tersebut hingga menjadi produk teh herbal yang siap seduh.
“Rambut jagung terlebih dahulu dicuci hingga bersih, kemudian dijemur sampai kering dan dihaluskan. Setelah itu, serbuk dimasukkan ke dalam kantong teh (tea bag) sebanyak kurang lebih dua gram. Agar memiliki rasa manis alami, teh ini dapat dicampur dengan daun stevia yang juga telah dicuci, dikeringkan, dan dihaluskan,” jelas Alfi.
Para peserta terlihat sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian acara, terutama saat sesi praktik pembuatan teh. Beberapa di antaranya bahkan menyatakan ketertarikannya untuk memproduksi teh rambut jagung secara mandiri di rumah.
Melalui inovasi ini, mahasiswa KKN UAD berharap masyarakat Dusun Pokdadap dapat memaksimalkan potensi limbah pertanian menjadi produk rumah tangga yang bernilai jual. Langkah ini diharapkan mampu membuka peluang usaha baru yang sepenuhnya berbasis pada potensi lokal desa. (ito)
