• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

KKN UAD Latih Karang Taruna Ubah Kulit Pisang Jadi Cairan Serbaguna

05/03/2026/in Terkini /by Ard

Pelatihan pembuatan eco enzyme oleh KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) bersama Karang Taruna Wahana Krida Muda, Tegalsari (Foto. KKN UAD)

Bayangkan kulit pisang, sisa sayur, dan ampas buah yang biasanya berakhir di tempat sampah kini bisa “naik kelas” menjadi cairan serbaguna untuk kebutuhan rumah tangga. Gagasan sederhana inilah yang dibawa oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 155 Unit IV.C.1 dalam pelatihan pembuatan eco-enzyme di Pedukuhan Tegalsari, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan edukasi lingkungan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 15 Februari 2026, bertempat di Masjid Al-Furqon Tegalsari RT 07. Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Iin Narwanti, M.Sc., Ph.D. Pelatihan yang diikuti oleh 20 peserta ini menyasar Karang Taruna Wahana Krida Muda sebagai peserta utama, sekaligus menjadi ruang belajar bersama untuk mendorong pengelolaan sampah organik rumah tangga agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan.

Selain mengurangi timbunan sampah organik, eco-enzyme dapat dimanfaatkan secara lebih konkret dalam keseharian. Cairan hasil fermentasi ini umumnya digunakan sebagai pembersih lantai atau kamar mandi setelah diencerkan, penghilang bau, penyegar saluran air, hingga larutan penyubur tanaman dan kompos cair pendamping dengan takaran pengenceran yang tepat. Manfaat ini membuat pengolahan sampah dapur tidak berhenti pada kata “buang”, melainkan bertransformasi menjadi produk yang bernilai guna.

Dalam sesi materi, perwakilan mahasiswa, Putri Damai Rahmawati, memperkenalkan konsep dasar eco-enzyme sebagai cairan serbaguna hasil fermentasi dari bahan sederhana, yakni gula, sisa kulit buah atau sayuran segar, dan air. Peserta juga mempelajari rumus dasar perbandingan 1:3:10 (1 bagian gula, 3 bagian sisa buah/sayur, dan 10 bagian air), beserta ketentuan teknis pembuatannya. Ketentuan tersebut meliputi penggunaan wadah plastik yang dapat ditutup rapat, pengisian air maksimal sekitar 60% dari volume wadah, serta pentingnya penyimpanan di tempat teduh dengan sirkulasi udara yang baik untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Proses fermentasi hingga panen dijelaskan memerlukan waktu sekitar 90 hari atau kurang lebih tiga bulan di wilayah tropis. Hasil yang sudah matang umumnya berwarna kecokelatan dan beraroma asam segar khas fermentasi. Pada sesi praktik, peserta didampingi oleh panitia untuk menakar bahan, mencampur, memberi label tanggal pembuatan, hingga memahami cara perawatan wadah selama masa fermentasi.

“Kami ingin memberi alternatif pengelolaan sampah organik yang mudah dilakukan warga. Eco-enzyme dipilih karena bahannya tersedia di dapur dan cara membuatnya sangat sederhana,” ungkap perwakilan mahasiswa KKN.

Pelatihan berlangsung secara interaktif. Peserta tampak antusias mengikuti praktik, mulai dari menakar bahan hingga memberi label pada wadah fermentasi. Pada sesi tanya jawab, pertanyaan yang paling banyak muncul berkaitan dengan takaran 1:3:10, cara mengatasi gas yang muncul selama fermentasi, serta tanda-tanda eco-enzyme yang sudah siap dipanen. Panitia berharap kebiasaan mengolah sampah organik dapat dimulai dari dapur masing-masing dan perlahan menjadi gerakan kolektif di lingkungan pemuda Tegalsari.

Dengan adanya kegiatan ini, Karang Taruna Wahana Krida Muda didorong untuk lebih proaktif dan kreatif dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat. Selanjutnya, mereka diharapkan dapat menindaklanjuti pelatihan ini dengan memproduksi batch eco-enzyme bersama secara berkala, mengajak warga memisahkan sampah organik, serta membagikan hasil panen tersebut untuk kebutuhan rumah tangga atau perawatan tanaman. Bagaimanapun juga, melalui langkah kecil yang konsisten, sampah organik yang semula dianggap masalah dapat berubah menjadi solusi ramah lingkungan di tingkat kampung. (Doc)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, KKN, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/Pelatihan-pembuatan-eco-enzyme-oleh-KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-bersama-Karang-Taruna-Wahana-Krida-Muda-Tegalsari-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-03-05 10:16:022026-03-05 10:16:02KKN UAD Latih Karang Taruna Ubah Kulit Pisang Jadi Cairan Serbaguna
You might also like
Mahasiswa PPG UAD Terapkan Pembelajaran Infografis
Madapala UAD Jadikan Ramadan sebagai Ajang Menambah Pahala
EDSA UAD Gelar Upgrading Guna Perkuat Kolaborasi dengan LSO
Gedung-UAD-kampus-3 UAD Kampus 3
KKN UAD Periksa Kesehatan Warga Pujokusuman dengan Alat QRMA
Tiga Ciri Khas Dahlan Muda UAD

PRESTASI

  • Mahasiswa PBI UAD Raih Silver Medal dalam Lomba Esai Nasional26/02/2026
  • Mahasiswa PBio UAD, Zul Hamdi Batubara Raih Andalan Awards Tiga Tahun Berturut-turut19/02/2026
  • Tim AL-Qorni UAD Raih Juara I Prototype Vehicle Design pada Shell Eco-marathon Middle East & Asia 202628/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Best Use of Data pada ADIYC Tahun 202523/01/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara Harapan I Presenter Terbaik pada ADIYC 202522/01/2026

FEATURE

  • Wujudkan Kampus Ekologis, Komitmen Nyata UAD Menjaga Alam02/03/2026
  • Budaya Ekologis dan Resiliensi di Dunia Pendidikan01/03/2026
  • Restorasi Lingkungan sebagai Pilar Perkhidmatan Masa Depan01/03/2026
  • Optimalisasi Karya Kampus untuk Masyarakat26/02/2026
  • Istikamah dalam Ibadah, Kunci Meraih Ampunan di Bulan Ramadan26/02/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top