Mengapa Integritas Lebih Utama dari Sekadar Kecanggihan?

Prof. Dr. Sunardi, M.T. penceramah tarawih Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septia)
Rangkaian kegiatan Ramadan di Kampus (RDK) 1447 H di Masjid Islamic Center (IC) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) pada Rabu, 11 Maret 2026 menghadirkan perspektif menarik mengenai integrasi teknologi dan nilai-nilai keislaman. Wakil Rektor Bidang Akademik UAD sekaligus Guru Besar Bidang Ilmu Sistem Telekomunikasi, Prof. Dr. Sunardi, M.T., dalam ceramah tarawihnya memaparkan materi bertajuk “Teknologi untuk Dakwah: Memanfaatkan Artificial Intelligence dan IoT demi Kemaslahatan Umat”.
Ia menjelaskan bahwa dalam operasional Internet of Things (IoT), terdapat tiga prasyarat utama agar teknologi dapat dikendalikan dan bermanfaat secara optimal, yakni integritas data, integritas pengiriman (delivery), serta integritas lini masa (timeline). Ketiga unsur teknis ini menjadi fondasi penting agar sistem teknologi dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Prof. Sunardi menekankan bahwa keberhasilan teknologi sangat bergantung pada integritas manusia sebagai penggunanya. “Bagi seorang muslim, integritas diartikan sebagai keselarasan antara niat dalam pikiran, ucapan, dan tindakan nyata, terutama saat melakukan hal yang benar di saat tidak ada orang lain yang menyaksikan,” jelasnya.
Ia merinci tiga ciri utama manusia berintegritas, yaitu memiliki sifat jujur, bertanggung jawab sebagaimana ditegaskan dalam QS. Al-Muddatstsir ayat 38, serta konsisten dalam setiap langkahnya. Melalui analogi kisah penggembala kambing yang kehilangan kepercayaan akibat kebohongan, ia mengingatkan bahwa integritas adalah cermin diri yang sangat rapuh.
Sekali seseorang berucap atau berlaku negatif, maka reputasi dan integritas tersebut akan runtuh, sehingga menjaga sikap positif di mana pun berada menjadi kewajiban mutlak bagi setiap individu. (Anove)
