Tingkatkan Tertib Administrasi, KKN UAD Susun Peta Wilayah

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) meluncurkan peta wilayah administratif dan geografis untuk Padukuhan Pengkok, Patuk, Gunungkidul (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit VIII.A.3 resmi meluncurkan peta wilayah administratif dan geografis untuk Padukuhan Pengkok, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Peta tersebut berhasil dipasang di Balai Padukuhan Pengkok pada Selasa, 3 Maret 2026.
Langkah ini diambil sebagai bagian dari program kerja tematik karena mahasiswa melihat potensi besar wilayah tersebut yang selama ini belum terakomodasi dalam visualisasi peta yang mendetail. Peta ini secara spesifik memetakan aset, batas wilayah dari RT 13 hingga RT 16, serta lokasi-lokasi penting guna memudahkan pengenalan wilayah secara administratif dan geografis.
Berdasarkan pengamatan mahasiswa di lapangan, Padukuhan Pengkok sebelumnya belum memiliki peta fisik yang merinci fasilitas sosial dan batas antar-RT secara mendalam. Untuk menjamin akurasi data, proses penyusunan dilakukan melalui survei lapangan, studi dokumen batas wilayah dari kantor kalurahan, hingga pengolahan citra satelit. Ketua KKN UAD Unit VIII.A.3, Fikri Haikal, menjelaskan bahwa keterbatasan visualisasi wilayah menjadi alasan utama program ini dijalankan.
“Kami melihat Padukuhan Pengkok punya potensi besar, tetapi secara visualisasi wilayah masih kurang. Peta ini kami buat untuk memetakan aset dan batas RT guna memudahkan administrasi wilayah,” ujar Fikri.
Peta tersebut kini memuat informasi krusial yang meliputi pembagian area RT, fasilitas umum seperti Masjid Al-Amin, Masjid Al-Iman, Musala Al-Ikhlas, Musala Al-Huda, hingga Balai Padukuhan. Selain itu, potensi lokal seperti lokasi pengawetan bambu turut dicantumkan untuk memperkenalkan keunggulan ekonomi wilayah. Peta ini juga dilengkapi dengan inset yang menunjukkan posisi Padukuhan Pengkok terhadap kalurahan sekitar, seperti Semoyo, Salam, dan Beji. Pemasangan dilakukan di titik strategis agar para tamu, pendatang, maupun instansi pemerintah tidak lagi mengalami kesulitan navigasi saat berkunjung. Kehadiran peta ini pun disambut positif oleh warga yang merasa wilayahnya kini lebih tertata dan informatif.
Meski sempat menghadapi kendala cuaca dan akurasi titik koordinat berbasis data dari Badan Pusat Statistik (BPS) saat proses survei, mahasiswa berhasil merampungkan peta tersebut sebagai aset data jangka panjang. Rendy Zulianda, selaku penanggung jawab dari program ini, berharap hasil kerja mahasiswa dapat menjadi dasar perencanaan wilayah yang lebih baik di kemudian hari.
“Kami yakin, ini menjadi fondasi penting untuk tertib administrasi. Peta ini bukan hanya sekadar gambar, melainkan aset data untuk perencanaan pembangunan Padukuhan Pengkok yang lebih terukur di masa depan,” pungkas Rendy. (Anove)

