Mahasiswa KKN UAD Dorong Ekonomi Warga Lewat Lorong Sayur Juminahan

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Dorong Ekonomi Warga Lewat Lorong Sayur Juminahan (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Alternatif Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Unit V.C.III berkolaborasi dengan Kelompok Caping Tani RW 15 Juminahan dalam kegiatan penanaman sayur kangkung dan sawi di Lorong Sayur RW 15, Kelurahan Juminahan, Kecamatan Tegalpanggung, Kemantren Danurejan.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja KKN dengan tema “Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Inovasi dan Kewirausahaan Berbasis Potensi Lokal.” Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit di kawasan perkotaan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi warga RW 15 Juminahan.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Alternatif UAD Unit V.C.III, Vera, menyampaikan bahwa Lorong Sayur menjadi wujud Perkhidmatan Islam Berkemajuan yang menekankan pentingnya kemandirian ekonomi masyarakat. Menurutnya, melalui pemanfaatan lahan terbatas, warga diharapkan mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangan secara mandiri dan berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga bertujuan menghidupkan kembali Kelompok Caping Tani RW 15 Juminahan yang sempat vakum akibat keterbatasan anggota aktif. Lorong Sayur yang sebelumnya hanya berfungsi sebagai akses jalan kini dimanfaatkan menjadi lahan pertanian perkotaan yang produktif melalui sinergi antara mahasiswa KKN dan warga.
Kegiatan diawali dengan persiapan media tanam menggunakan polybag dan rak vertikal, dilanjutkan dengan proses penanaman dan perawatan tanaman secara gotong royong hingga masa panen. Mahasiswa KKN juga mendampingi warga dalam pengelolaan pascapanen, mulai dari pengemasan hingga pembuatan branding dengan identitas Caping Tani RW 15 Juminahan.
Hasil panen dipasarkan secara langsung dengan berkeliling ke rumah warga serta dipromosikan melalui media sosial untuk memperluas jangkauan pemasaran. Ketua KKN Alternatif UAD Unit V.C.III, Naya, menyampaikan bahwa pendampingan ini bertujuan agar warga tidak hanya mampu menanam, tetapi juga mengelola dan memberi nilai ekonomi pada potensi lokal.
Ketua Kelompok Caping Tani RW 15 Juminahan, Mbah Loso, berharap keterlibatan mahasiswa KKN dapat mengaktifkan kembali Lorong Sayur serta menarik partisipasi generasi muda. Sementara itu, Ketua RW 15 Juminahan, Bambang, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan tersebut dan berharap pengelolaan Lorong Sayur dapat dilakukan secara lebih terkoordinasi agar keberlanjutan program tetap terjaga. (Doc)
