Talkshow Alumni UAD Hadirkan Inspirasi Wirausaha Digital

Talkshow Alumni Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menghadirkan Kang Awan (kanan) Direktur Utama PT De Nature Indonesia (Foto. Humas UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menghadirkan kisah inspiratif alumni melalui Talkshow Alumni yang digelar pada Jumat, 15 Mei 2026, di Ruang Amphitarium Lantai 9, Kampus IV UAD. Salah satu narasumber yang hadir adalah Kang Awan, alumni Teknik Informatika UAD yang kini menjabat sebagai Direktur Utama PT De Nature Indonesia.
Dalam sesi talkshow, Kang Awan membagikan perjalanan kariernya yang tidak selalu berjalan sesuai latar belakang pendidikan. Lulus dari Teknik Informatika UAD pada 2006, beliau mengaku tidak langsung mahir di bidang komputer, bahkan belum mampu menginstal komputer saat baru menyelesaikan studi.
“Dulu saya tidak bisa instal komputer, padahal jurusan saya Teknik Informatika. Baru sekitar enam bulan bekerja dengan teman, saya belajar sampai bisa,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga kecerdasan emosional dan kemauan untuk terus belajar. Pengalaman tersebut membentuk cara pandangnya dalam membangun usaha sejak awal.
Perjalanan bisnisnya dimulai dari memanfaatkan internet pada era awal digital. Pada 2006, ia mulai berjualan secara daring melalui Yahoo Group, bahkan berhasil menjual produk hingga ke Malaysia. Salah satu pengalaman yang paling diingat adalah ketika ia memperoleh penghasilan jutaan rupiah dari penjualan tanaman hias gelombang cinta melalui internet.
“Dari situ saya sadar bahwa internet bukan hanya untuk hal negatif, tetapi juga bisa menjadi peluang usaha,” ungkapnya.
Ketertarikannya pada dunia pemasaran digital semakin berkembang ketika pada 2010 beliau mendalami Search Engine Optimization (SEO) dan membangun jasa penerjemahan daring. Meski tidak memiliki kantor fisik, usahanya dipercaya oleh berbagai institusi besar, seperti PLN, Garuda Indonesia, dan Bank Mandiri.
Setelah itu, Kang Awan beralih mengembangkan bisnis produk herbal hingga akhirnya memproduksi merek sendiri pada 2016. Hingga kini, bisnisnya terus berkembang ke berbagai sektor, termasuk kosmetik, media, dan kini sedang mengembangkan teknologi AI untuk pengelolaan konten digital.
Selain berkiprah di dunia usaha, Kang Awan juga mendirikan sebuah majelis yang rutin digelar setiap Jumat sore dengan ratusan jemaah, serta pengajian bulanan yang mampu menghadirkan sekitar 3.000 jemaah. Menurutnya, aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya berbagi manfaat di tengah masyarakat. (Mei)
