UAD Perkuat Literasi Kesehatan Ibu-Ibu Aisyiyah

Universitas Ahmad Dahlan (UAD) memperkuat literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan PkM (Foto. Tim PKM UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terus memperkuat literasi kesehatan masyarakat melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) berupa skrining faktor risiko penyakit tidak menular bagi ibu-ibu Pimpinan Ranting Aisyiyah (PRA) Bangunharjo I, Sewon, Bantul, Ahad, 5 Juli 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka Milad Aisyiyah ke-109 di TK ABA Randubelang.
Dosen Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kesehatan Masyarakat UAD, Prof. Dr. Surahma Asti Mulasari, S.Si., M.Kes., hadir sebagai narasumber dalam ceramah kesehatan bertema “Pendampingan Pola Hidup Sehat Ibu-Ibu PRA Bangunharjo I Melalui Digitalisasi Pemantauan Berat Badan dan Komposisi Tubuh”.
Dalam pelaksanaannya, materi dikembangkan menjadi edukasi mengenai skrining sederhana faktor risiko penyakit tidak menular agar lebih mudah diterapkan oleh masyarakat. Kegiatan ini juga memanfaatkan inovasi teknologi “Timbangan Pintar Berbasis Mobile” sebagai alat pemeriksaan kesehatan. Inovasi tersebut merupakan hasil riset Tim HBTI yang melibatkan Prof. Surahma Asti Mulasari sebagai salah satu periset.
Puluhan ibu-ibu Aisyiyah dari berbagai dusun di wilayah Bangunharjo mengikuti kegiatan dengan antusias. Selain memperoleh penyuluhan kesehatan, peserta juga menjalani pemeriksaan sederhana meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, dan tekanan darah sebagai upaya deteksi dini faktor risiko penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke.
Dalam pemaparannya, Prof. Surahma Asti Mulasari menjelaskan bahwa penyakit tidak menular sering berkembang tanpa gejala yang jelas sehingga banyak masyarakat baru menyadarinya setelah muncul komplikasi. Menurutnya, sebagian besar penyakit tidak menular sebenarnya dapat dicegah melalui pemeriksaan sederhana dan penerapan pola hidup sehat secara konsisten.
Ia juga menambahkan bahwa pemeriksaan IMT, lingkar perut, dan tekanan darah merupakan metode skrining yang mudah, murah, serta dapat dilakukan secara berkala di masyarakat. Hasil pemeriksaan tersebut kemudian menjadi dasar dalam memberikan edukasi kesehatan yang sesuai dengan kondisi masing-masing peserta.
Tidak hanya memperoleh hasil pemeriksaan, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai arti hasil pengukuran, faktor risiko yang dimiliki, serta langkah-langkah praktis yang dapat diterapkan di rumah. Edukasi yang diberikan meliputi penerapan pola makan bergizi seimbang, pembatasan konsumsi gula, garam, dan lemak, peningkatan aktivitas fisik, serta pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Ketua PRA Bangunharjo I, Siti Nurjanah, S.Ag., menyampaikan apresiasi atas kontribusi UAD dalam memberikan edukasi kesehatan yang mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan oleh masyarakat. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut karena dinilai sangat bermanfaat bagi ibu-ibu dalam menjaga kesehatan diri dan keluarga.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan UAD melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM). Melalui kolaborasi dengan organisasi kemasyarakatan, UAD terus menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat melalui pendekatan edukatif dan pemberdayaan berbasis hasil riset. (Dnd)
