Rektorat dan Aliansi Mahasiswa UAD Bersinergi Kawal Penanganan Kekerasan Seksual

Audiensi Rektorat dan Aliansi Mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) terkait kekerasan seksual (Foto. Humas UAD)
Rektorat Universitas Ahmad Dahlan (UAD) dan Aliansi Mahasiswa UAD mengadakan audiensi terkait tindak kekerasan seksual. Pertemuan berlangsung di Aula Kampus 1A dengan dihadiri Rektor UAD Prof. Dr. Muchlas, M.T., Wakil Rektor Bidang AIK Dr. Nur Kholis, S.Ag., M.Ag, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Gatot Sugiharto, S.H., M.H., Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) UAD, Ketua Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), dan Kepala Bidang Pengabdian dan KKN UAD.
Rektor UAD mengapresiasi audiensi yang diadakan dengan Aliansi Mahasiswa UAD. Muchlas mengungkapkan, pertemuan ini merupakan momen bagus karena banyak masukan secara langsung yang disampaikan kepada rektorat, serta momentum agar kasus serupa bisa segera tertangani lebih baik, cepat, dan tepat.
āTerima kasih atas masukan dan kritiknya terhadap kami. Terutama atas terjadinya kasus kekerasan seksual yang terjadi. Audiensi ini untuk kebaikan bersama dan menjadikan UAD agar lebih tanggap dan sigap terhadap kasus kekerasan seksual,ā katanya.
Ia menambahkan, apabila mahasiswa mengetahui ada kejadian kekerasan seksual agar segera melaporkan ke satgas PPKPT untuk langsung ditindaklanjuti. Muchlas menegaskan UAD tidak menolerir segala tindak kekerasan seksual dan akan memberikan sanksi tegas terhadap pelaku.
āPrinsip kami seperti yang disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Si., pelecehan seksual di lingkungan kampus harus ditindak tegas tanpa kompromi. Institusi pendidikan adalah ruang aman dan bermartabat yang tidak boleh menoleransi tindakan yang merusak etika, moral, dan kepercayaan publik.ā
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Gatot Sugiharto menjelaskan ke depan organisasi kemahasiswaan akan dilibatkan untuk sosialisasi pencegahan kekerasan seksual bekerja sama dengan Satgas PPKPT UAD. āUntuk mengontrol dan mengawal kasus kekerasan seksual, ke depan kami akan mengusulkan ada perwakilan setiap fakultas dari organisasi kemahasiswaan, baik dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) maupun Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM).ā
Sementara Ketua Satgas PPKPT Dr. Tri Wahyuni Sukesi, S.Si., M.P.H. menjelaskan, satgas selama ini bertugas dalam senyap. Hal tersebut karena satgas bekerja berdasar kode etik dan standar operasional prosedur. āSelama ini kami terus bekerja menindaklanjuti laporan-laporan yang masuk. Kami juga tidak bermaskud menutupi kasus yang terjadi, akan tetapi ada hal-hal yang tidak boleh kami sebarluaskan, seperti memberitahukan identitas pelaku dan korban.ā
Di sisi lain Presiden Mahasiswa UAD Muhammad Ilham dari Program Studi Ilmu Hadis menjelaskan, aliansi mahasiswa saat ini memrioritaskan perlindungan terhadap korban dan menuntut pelaku kekerasan seksual diberi sanksi berat.
āKami melihat masih banyak kasus yang perlu kami kawal. Kami akan mendukung penuh kegiatan Satgas PPKPT UAD untuk menyosialisasikan SOP terkait kekerasan seksual. Kami juga bersepakat akan terus mengawal kasus-kasus kekerasan seksual agar ke depan tidak lagi terjadi,ā ungkapnya.
Ilham menekankan, aliansi mahasiswa mendukung penuh keterlibatan mahasiswa dalam proses sosialisasi dan penanganan kasus kekerasan seksual. Menurutnya mahasiswa bisa menjadi jembatan untuk mencegah dan mengawal kasus kekerasan seksual karena mahasiswa bersinggungan langsung dengan korban maupun pelaku. (ard)
