UAD Lantik Dekan Periode 2026–2030

Pelantikan Dekan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) periode 2026-2030 (Foto. Humas UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melaksanakan pelantikan dekan masa jabatan 2026–2030 pada Selasa, 4 Agustus 2026, di Ruang Amphitarium Kampus IV. Pelantikan tersebut menjadi momentum estafet kepemimpinan akademik dalam mengarahkan pengembangan fakultas selama lima tahun ke depan.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, M.Pd., menyampaikan apresiasi kepada para dekan periode 2022–2026 atas dedikasi dan pengabdian yang telah diberikan. Ia juga mengucapkan selamat kepada para dekan yang baru dilantik serta berharap mereka mampu menjalankan amanah dengan baik.
“Terima kasih atas pengabdian dan kerja kerasnya selama ini. Dan tentu selamat untuk teman-teman, semoga dapat mengemban amanah dan bisa melakukan perbaikan-perbaikan di masa yang akan datang,” ujarnya.
Prof. Irwan menegaskan bahwa seorang pemimpin harus memiliki kecerdasan, kejujuran, dan keteguhan pendirian. Selain itu, kepemimpinan juga perlu dibangun melalui komunikasi yang mengedepankan prinsip saling memanusiakan, saling memuliakan, dan saling mengingatkan.
Rektor UAD, Prof. Dr. Muchlas, M.T., menegaskan bahwa pelantikan dekan bukan sekadar pergantian jabatan struktural, melainkan estafet kepemimpinan akademik yang akan menentukan arah perkembangan fakultas dan universitas. Ia turut menyampaikan penghargaan kepada para dekan periode sebelumnya atas dedikasi yang telah berkontribusi dalam peningkatan mutu akademik UAD.
Dalam sambutannya, Prof. Muchlas mengajak para dekan untuk mewujudkan visi UAD sebagai Community Services University melalui lima agenda strategis, yakni transformasi caturdarma perguruan tinggi yang terintegrasi dan berdampak, pembangunan budaya akademik yang unggul dan adaptif, penguatan riset, inovasi, serta pengembangan sumber daya manusia, peningkatan reputasi dan jejaring internasional, serta tata kelola fakultas yang profesional, berkelanjutan, dan berintegritas.
“Jabatan yang Bapak dan Ibu emban bukan sekadar amanah administratif, melainkan amanah intelektual, amanah moral, dan amanah peradaban,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh dekan menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, melayani, dan mampu menjadi teladan bagi sivitas akademika.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. Muh. Ikhwan Ahada, S.Ag., M.A., turut menyampaikan ucapan selamat kepada para dekan yang baru dilantik. “Para dekan harus mampu mengayomi seluruh sivitas akademika dengan berlandaskan nilai-nilai kepemimpinan Muhammadiyah,” ujarnya.
Pelantikan dekan masa jabatan 2026–2030 diharapkan menjadi awal kepemimpinan baru yang semakin memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas caturdarma perguruan tinggi, serta membawa UAD semakin berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional. (Dnd)
