Tim MeRAMU HMTP UAD Kembangkan Potensi Talas melalui Program TALENTA di Tridadi

Tim MeRAMU HMTP Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembangkan potensi talas melalui program TALENTA di Tridadi (Foto. Tim MeRAMU UAD)
Tim MeRAMU Dahlan Muda 2026 Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan (HMTP) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengembangkan potensi komoditas talas di Padukuhan Kebonagung, Kalurahan Tridadi, Kapanewon Sleman, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program bertajuk TALENTA (Talas Lokal Bernilai Tambah) tersebut dilaksanakan pada 10 Agustus hingga 10 September 2026 dengan melibatkan Kelompok Wanita Tani (KWT), Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK), Karang Taruna, dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).
Program TALENTA dilatarbelakangi oleh potensi talas unggul yang cukup besar di Kalurahan Tridadi. Komoditas tersebut memiliki produksi sekitar 2-3 ton per tahun, tetapi pemanfaatannya masih didominasi penjualan dalam bentuk segar atau olahan sederhana. Melalui program ini, mahasiswa berupaya mendorong diversifikasi talas menjadi produk pangan bernilai tambah sekaligus memperkuat kapasitas kewirausahaan masyarakat.
Ketua Tim MeRAMU Dahlan Muda HMTP UAD 2026, Triamanda Fauzia Rahmawati, mengatakan bahwa program tersebut dirancang berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. “Melalui program TALENTA, kami ingin berkolaborasi dengan masyarakat, mulai dari petani, PKK, KWT, hingga Karang Taruna, untuk mengembangkan potensi talas menjadi produk unggulan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.
Pelaksanaan TALENTA dilakukan melalui beberapa program yang saling terintegrasi. Talas Lokal Andalan: Sentra Teknologi Inovasi Kewirausahaan Agribisnis (TALASTIKA) berfokus pada pelatihan pengolahan talas segar menjadi tepung talas. Selanjutnya, Versatile Edible and Superior Talas Assets (VESTA) mengembangkan tepung talas menjadi produk olahan, seperti beras analog TalaRise dan nugget talas Talas Crispy Bites. Dalam proses pengolahan, mahasiswa juga memperkenalkan teknologi pengeringan Solar Dome untuk mendukung kualitas bahan baku.
Selain pengembangan produk, mahasiswa memberikan pelatihan (Pratama Integrated Marketing and Enterprises (PRIME) yang mencakup branding, pemasaran digital, pengemasan, dan manajemen keuangan usaha. Program tersebut dilengkapi dengan pendampingan LEGALITAS untuk membantu masyarakat memahami pengurusan legalitas usaha dan produk, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), perizinan produk, pendaftaran merek, dan sertifikasi halal.
Triamanda berharap program yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat. “Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti selama pelaksanaan program saja, tetapi dapat dilanjutkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat. Keberhasilan program bukan hanya dilihat dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana program dapat diterima, dimanfaatkan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
Program TALENTA turut melibatkan berbagai pihak, antara lain Pemerintah Kalurahan Tridadi, Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman, Majelis Pemberdayaan Masyarakat, Lembaga Pengembangan UMKM PWM DIY, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DIY, TokoMU, Dinas Koperasi UMKM DIY, Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kabupaten Sleman, PT Adi Multi Teknologi, LAZISMU UAD, PT BPR Madani Sejahtera Abadi, dan Ahmad Dahlan Halal Center (ADHC).
Melalui kolaborasi tersebut, MeRAMU Dahlan Muda HMTP UAD 2026 diharapkan dapat mendorong pemanfaatan talas secara lebih optimal sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Pendampingan juga dijadwalkan berlanjut melalui tahap monitoring pada 11 September hingga 10 Oktober 2026 untuk melihat keberlanjutan produksi dan kemandirian kelompok sasaran. (Mawar)
