Dosen Farmasi UAD Kenalkan Pemanfaatan Pegagan sebagai Pangan Fungsional

PKM Dosen Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan pemanfaatan pegagan sebagai pangan fungsional (Foto. Farmasi UAD)
Dosen Fakultas Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah Girirejo, Imogiri, pada Sabtu, 31 Januari dan 14 Februari 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kemampuan masyarakat dari segi kesehatan dan ekonomi melalui edukasi pangan fungsional berbahan herbal.
Kegiatan diawali dengan pengenalan dan pemahaman mengenai tanaman pegagan beserta berbagai olahan pangan fungsional yang dapat dihasilkan. Pangan fungsional merupakan makanan yang tidak hanya memberikan rasa kenyang, tetapi juga memiliki nilai gizi serta manfaat kesehatan yang lebih tinggi.
Penyuluhan disampaikan oleh apt. Ichwan Ridwan Rais, M.Sc., Ph.D. dan Nurul Putrie Utami, S.Gz., M.P.H., bersama sejumlah mahasiswa Fakultas Farmasi UAD. Salah satu peserta menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dari sisi kesehatan maupun ekonomi. “Pemberdayaan masyarakat, terutama ibu-ibu sebagai penopang regenerasi, memiliki peranan penting dalam meningkatkan kualitas generasi bangsa mendatang,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dikenalkan dengan tanaman pegagan yang memiliki berbagai manfaat kesehatan, tetapi belum dimanfaatkan secara optimal di wilayah Girirejo. Pegagan merupakan tanaman herba merambat yang mudah tumbuh di lingkungan sekitar. Namun, terdapat beberapa tanaman lain yang memiliki tampilan serupa, seperti puser bumi. Oleh karena itu, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai cara identifikasi tanaman pegagan serta teknik budidayanya.
Selain edukasi mengenai tanaman herbal, peserta memperoleh pelatihan pengolahan pegagan menjadi berbagai produk pangan fungsional, seperti mi pegagan, puding pegagan, dan keripik pegagan. Produk olahan tersebut diharapkan dapat memberikan nilai tambah dari sisi kesehatan sekaligus meningkatkan nilai ekonomis karena siap dikonsumsi maupun dipasarkan.
Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini, Fakultas Farmasi UAD berharap masyarakat dapat memanfaatkan potensi tanaman lokal secara optimal sehingga mampu meningkatkan kualitas kesehatan sekaligus mendukung peningkatan pendapatan masyarakat setempat. (Mawar)
