Magister Manajemen UAD Bangun Mindset Youngpreneur Generasi Z

Prodi Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) gelar seminar bertajuk Youngpreneur for Impact (Foto. Magister Manajemen UAD)
Program Studi Magister Manajemen Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menyelenggarakan seminar bertajuk Youngpreneur for Impact: Innovate, Create, Sustain pada Kamis, 23 Juli 2026, di Aula Islamic Center Kampus IV UAD. Seminar yang mengusung tema Membangun Mindset Youngpreneur, Generasi Z Siap Sukses di Era 5.0 ini merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Umat (PRODAMAT) dan bekerja sama dengan IMM PBII serta IMM JP MIPA UAD.
Dosen pembimbing Magister Manajemen UAD, Dr. Aftoni Sutanto, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa Program Studi Magister Manajemen UAD. Menurutnya, kegiatan ini menjadi wujud implementasi ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus upaya memberikan solusi atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat.
“Melalui PRODAMAT, mahasiswa dapat berkolaborasi dengan berbagai pihak, seperti pelaku UMKM maupun para entrepreneur, untuk memberdayakan masyarakat sekaligus mengembangkan jiwa kewirausahaan,” ujar Aftoni. Ia kemudian membuka seminar secara resmi.
Pada sesi pertama, Dr. Purwoko, M.M., memaparkan materi mengenai peran PRODAMAT dalam membangun masa depan yang lebih baik melalui pemberdayaan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pengembangan potensi dan kemandirian generasi muda menjadi kunci dalam mendorong inovasi, kreativitas, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Menurutnya, kolaborasi dan semangat gotong royong juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan masyarakat yang berdaya, mandiri, dan sejahtera.
Dr. Purwoko juga menyoroti perkembangan dunia kewirausahaan di era Society 5.0 yang ditandai dengan perubahan perilaku konsumen dari sistem konvensional menuju digital. Menurutnya, kemajuan teknologi membuka peluang besar bagi generasi muda untuk mengembangkan bisnis berbasis digital.
“Marketplace menjadi salah satu inovasi teknologi yang memudahkan masyarakat memperoleh barang berkualitas secara lebih efisien. Namun, sebagian konsumen masih memilih berbelanja secara langsung di toko sesuai kebutuhannya. Kondisi ini menunjukkan bahwa pelaku usaha harus mampu beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen di era digital,” jelasnya.
Sementara itu, Yusuf Abdillah Suroso, S.M., menyampaikan materi mengenai pentingnya pengelolaan keuangan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Ia menegaskan bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh besarnya keuntungan, tetapi juga kemampuan dalam mengelola arus kas secara baik.
Menurut Yusuf, pencatatan keuangan yang dilakukan secara rutin, baik secara manual maupun digital, akan membantu pelaku usaha mengontrol pemasukan dan pengeluaran sehingga kondisi keuangan bisnis tetap sehat. Pemanfaatan teknologi digital juga dinilai mampu mempermudah proses pencatatan dan pelaporan keuangan secara lebih efektif.
Melalui seminar ini, Magister Manajemen UAD berharap dapat menumbuhkan mindset kewirausahaan di kalangan Generasi Z sekaligus membekali peserta dengan wawasan mengenai peluang bisnis digital dan pentingnya pengelolaan keuangan sebagai bekal menghadapi tantangan di era Society 5.0.
