Tim Pentacode Ciptakan Sistem Informasi Manajemen Klinik Gigi Kusuma Dental Care Berbasis Web

Tim Pentacode Dalam ajang Gelar Karya Manajemen Proyek Teknologi Informasi (MPTI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) (Foto. Septi)
Dalam ajang Gelar Karya Manajemen Proyek Teknologi Informasi (MPTI) yang diselenggarakan oleh Program Studi Informatika Fakultas Teknologi Industri Universitas Ahmad Dahlan (FTI UAD) pada Senin 20 Juli 2026 bertempat di Kampus IV UAD, Tim Pentacode mahasiswa Informatika angkatan 2023 berhasil merancang dan mengembangkan inovasi teknologi bertajuk “Sistem Informasi Manajemen Klinik Gigi Kusuma Dental Care”.
Tim karya ini dikembangkan oleh lima mahasiswa Informatika angkatan 2023, yaitu Lanang Fajri Ramadhan (Project Manager & Programmer), Itoshiko Nurahman (System Analyst & Programmer), Reynard Rakha Fatin Nugraha (UI/UX Designer), Septia Nenengsih (Quality Assurance), dan Shelyna Nur Fitriani (System Analyst). Pengembangan sistem ini dibimbing langsung oleh dosen pembimbing Sheratan Pawestri, S.Kom., M.Cs.
Sistem informasi ini dilatarbelakangi oleh permasalahan operasional yang dihadapi Kusuma Dental Care, seperti proses reservasi yang masih semi-manual, maraknya pasien no-show tanpa komitmen, antrean yang bergeser karena durasi tindakan yang bervariasi, hingga kesulitan admin menghubungi pasien saat dokter berhalangan dan belum tersedianya pelacakan aktivitas admin antar cabang.
Melihat kondisi tersebut, Tim Pentacode membangun platform reservasi mobile-first berbasis web yang terintegrasi dengan berbagai fitur unggulan. Fitur-fitur tersebut meliputi reservasi dinamis sesuai jenis tindakan medis, penerapan sistem pembayaran DP (down payment/commitment fee) untuk meminimalisasi pembatalan, penutupan otomatis booking hari-H, serta antrean real-time dengan pembaruan setiap 5 detik.
Selain itu, sistem ini dilengkapi fitur one-click broadcast WhatsApp untuk info pembatalan darurat jika dokter berhalangan, login story untuk audit aktivitas admin, hingga fitur ekspor laporan pasien ke format PDF dan Excel.
Adapun cara kerja sistem ini dimulai saat pasien memilih jadwal dan tindakan, lalu membayar DP untuk mengunci slot. Setelah itu, pasien memperoleh nomor antrean real-time. Jika dokter berhalangan hadir, admin dapat mengirimkan pesan broadcast WhatsApp secara instan kepada seluruh pasien yang terdaftar pada hari tersebut.
Sistem ini dirancang tidak hanya sekadar sebagai media informasi, melainkan sebagai alat kendali operasional bagi Kusuma Dental Care. Dengan adanya sistem ini, klinik dapat meningkatkan efisiensi waktu admin sekaligus melindungi pendapatan dari risiko pembatalan sepihak oleh pasien.(Septia)
