Mahasiswa UAD Juara I Mawapres PTMA Program Sarjana

Rochman Rachmadhani mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Juara I Mawapres PTMA Program Sarjana (Foto. Humas UAD)
Prestasi gemilang kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Rochman Rachmadhani, mahasiswa Program Studi Teknik Industri angkatan 2024, berhasil meraih Juara I dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) 2026 untuk jenjang sarjana.
Rochman mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraihnya setelah melalui proses panjang dan penuh tantangan. “Tentunya saya merasa senang dan bersyukur karena akhirnya perjuangan dan perjalanan yang telah dilalui selama ini dapat membuahkan hasil yang memuaskan. Hal ini juga tidak lepas dari dukungan dan doa dari seluruh sivitas akademika Universitas Ahmad Dahlan sedari awal seleksi hingga tingkat nasional PTMA,” ujarnya.
Bagi Rochman, prestasi ini memiliki makna yang mendalam dalam perjalanan hidupnya. Ia menilai bahwa keberhasilan tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan diri. “Bagi saya pribadi, pencapaian ini merupakan proses untuk berkembang dan belajar untuk menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri. Di sisi lain, sebagai mawapres saya percaya, hal ini bukan hanya sebuah gelar, tetapi bagaimana saya dapat memanfaatkan platform yang saya punya untuk menginspirasi orang banyak,” tuturnya. Ia juga menambahkan, “Menjadi mawapres bukan hanya berarti berdiri sendiri dalam spotlight, tetapi bagaimana saya bisa mengajak orang lain berlari ke dalam spotlight tersebut.”
Perjalanan Rochman menuju Mawapres PTMA dimulai dari tingkat fakultas hingga nasional. Ia mengawali langkah dari ajang Pilmapres Fakultas Teknologi Industri dan berhasil meraih Juara I. Selanjutnya, ia melanjutkan kompetisi di tingkat universitas dan meraih Juara IV, hingga akhirnya masuk dalam lima besar dan mendapatkan pembinaan intensif. “Alhamdulillah saya mendapat kesempatan mewakili UAD di Pilmapres Nasional PTMA 2026 dan usaha saya terbayarkan dengan menjadi Juara I jenjang sarjana,” jelasnya.
Namun, perjalanan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Rochman mengaku sempat mengalami krisis kepercayaan diri hingga kelelahan fisik dan mental. “Pada awalnya saya tidak pernah terpikir untuk mengikuti Pilmapres karena saya tidak percaya diri, tetapi banyak orang di sekitar saya yang terus mendukung hingga akhirnya saya memberanikan diri untuk mendaftar,” ungkapnya. Ia juga menambahkan, “Saat proses seleksi universitas, saya sempat down baik secara kesehatan maupun mental dan sempat ingin mengundurkan diri. Namun, berkat dukungan teman-teman, saya akhirnya mampu melanjutkan hingga titik ini.”
Dalam kompetisi tersebut, Rochman mengandalkan strategi yang matang berdasarkan komponen penilaian utama, yakni gagasan kreatif, capaian unggulan, dan kemampuan bahasa Inggris. Ia menghadirkan inovasi bertajuk “Laras Truck”, sebuah sistem mobile pengolahan sampah anorganik. “Laras Truck merupakan mobile waste processing system untuk mengelola sampah anorganik menjadi Recycled Filler Material (RFM), yang dapat dimanfaatkan sebagai material substitusi di industri konstruksi dan kreatif,” jelasnya.
Rochman juga menekankan pentingnya peran kampus dalam mendukung keberhasilannya. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Universitas Ahmad Dahlan selama proses kompetisi. “Universitas Ahmad Dahlan sangat mendukung perjalanan saya, mulai dari pembinaan intensif hingga perhatian terhadap kesehatan dan kondisi saya. Saya mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada seluruh sivitas akademika UAD yang senantiasa membersamai perjalanan ini,” katanya.
Rochman menambahkan, “Motivasi terbesar saya adalah ingin membuktikan bukan kepada orang lain, tetapi kepada diri saya sendiri bahwa jika kamu tidak mencoba, kamu tidak akan pernah tahu bagaimana hasilnya. Dari yang awalnya takut dan ragu, ternyata jika berusaha, tidak ada yang mustahil,” pungkasnya. (Mawar)
