Lazismu UAD Salurkan 8,5 Ton Kado Beras untuk Guru Honorer Muhammadiyah se-DIY

Penyerahan secara simbolis Kado Beras oleh Lazismu Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kepada perwakilan guru sekolah Muhammadiyah (Foto. Humas UAD)
Semarak berbagi di bulan suci kembali dihadirkan oleh Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Melalui Lazismu UAD, kegiatan pentasyarufan bertajuk “Kado Beras di Hari Kemenangan” sukses diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026 bertempat di Pesantren Mahasiswa K.H. Ahmad Dahlan (Persada) UAD.
Kegiatan ini merupakan wujud nyata kepedulian sosial persyarikatan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Pada Ramadan kali ini, Lazismu UAD menyalurkan total 8.500 kilogram (8,5 ton) beras yang ditujukan khusus bagi para pejuang pendidikan, yakni guru honorer dan guru non-sertifikasi di sekolah-sekolah Muhammadiyah se-Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penyaluran bantuan kado beras tersebut menyasar tenaga pendidik dari berbagai jenjang, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, hingga SMA/SMK/MA. Bantuan diserahkan secara langsung kepada perwakilan guru dari masing-masing tingkatan sekolah tersebut di seluruh wilayah DIY.
Perwakilan Lazismu UAD, Dr. Ahmad Zaki Annafiri, S.Pd.I., M.Ed., menjelaskan bahwa program berbagi kado beras ini merupakan rutinitas tahunan yang terus dijaga oleh Lazismu UAD. Khusus pada beberapa tahun terakhir, fokus penyaluran bantuan tersebut memang secara spesifik diarahkan kepada guru-guru honorer dan guru non-sertifikasi. Langkah ini diambil dengan tujuan utama untuk turut membantu menyejahterakan kehidupan para tenaga pendidik yang berdedikasi di lingkungan persyarikatan Muhammadiyah.
Penyaluran kado beras untuk para pahlawan tanpa tanda jasa ini diharapkan tidak hanya sekadar meringankan beban pemenuhan kebutuhan pangan di bulan suci, tetapi juga mempererat tali silaturahmi antar Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di sektor pendidikan.
Melalui program rutin seperti Kado Beras ini, Lazismu UAD terus berkomitmen untuk menebar kebermanfaatan sosial dan program-program Ramadan yang berdampak nyata bagi kemaslahatan umat, khususnya bagi kesejahteraan tenaga pendidik di lingkungan keluarga besar persyarikatan. (Ito)
