• TERKINI
  • UAD BERDAMPAK
  • PRESTASI
  • FEATURE
  • OPINI
  • MEDIA
  • KIRIM BERITA
  • Menu
News Portal of Universitas Ahmad Dahlan

KKN UAD 159 Kenalkan Teknik Hügelkultur kepada Masyarakat Padukuhan Mertan

15/09/2026/in Terkini /by Ard

KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) 159 kenalkan teknik hügelkultur kepada masyarakat Padukuhan Mertan (Foto. KKN UAD)

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 159 Unit III.B.3 melaksanakan program edukasi dan inisiasi teknik Hügelkultur pada Minggu, 23 Agustus 2026, di Padukuhan Mertan, Kalurahan Sukoreno, Kapanewon Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mengenalkan alternatif teknik bercocok tanam yang memanfaatkan bahan organik di lingkungan sekitar secara berkelanjutan.

Hügelkultur merupakan teknik bercocok tanam yang berasal dari Jerman dengan konsep membuat bedengan tanam dari susunan material organik yang dapat terurai secara alami. Material tersebut kemudian ditutup dengan tanah dan digunakan sebagai media untuk menanam berbagai jenis tanaman. Proses penguraian bahan organik di dalam bedengan dapat membantu menyediakan nutrisi sekaligus mempertahankan kelembapan tanah.

Dalam program ini, mahasiswa KKN mengenalkan pemanfaatan berbagai bahan yang mudah ditemukan di lingkungan Padukuhan Mertan. Bahan utama yang digunakan meliputi ranting atau potongan kayu, daun-daun kering, kotoran hewan, dan tanah. Selain itu, sisa sayuran dan bahan organik dari dapur juga dapat dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan Hügelkultur, selama bahan tersebut sesuai dan tidak tercampur dengan sampah anorganik.

Kegiatan diawali dengan edukasi kepada masyarakat mengenai konsep, manfaat, dan cara penerapan Hügelkultur. Mahasiswa menjelaskan bahwa bahan-bahan organik yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dapat dikembalikan ke lingkungan dan dimanfaatkan sebagai bagian dari media tanam. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan dan pengelolaan bahan organik.

Setelah penyampaian materi, mahasiswa bersama masyarakat melakukan praktik secara langsung. Proses pembuatan diawali dengan menyusun ranting atau potongan kayu sebagai lapisan dasar, kemudian dilanjutkan dengan daun-daun kering dan bahan organik lainnya. Selanjutnya, kotoran hewan atau kotoran hewan ditambahkan sebagai salah satu sumber bahan organik, kemudian ditutup menggunakan lapisan tanah sebagai media tanam. Sisa sayuran dari dapur juga dapat ditambahkan sebagai bahan organik tambahan untuk mendukung proses penguraian.

Praktik dilakukan secara gotong royong sehingga masyarakat tidak hanya memperoleh informasi secara teoritis, tetapi juga dapat melihat dan mencoba secara langsung setiap tahapan pembuatan bedengan Hügelkultur. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi mahasiswa untuk berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

Penerapan Hügelkultur memiliki potensi untuk menjadi salah satu alternatif dalam mengoptimalkan lahan dan bahan organik yang tersedia di sekitar masyarakat. Selain dapat digunakan sebagai media bercocok tanam, pemanfaatan bahan organik dalam teknik ini juga dapat mengurangi jumlah bahan organik yang terbuang. Dengan memanfaatkan ranting, daun kering, kotoran hewan, tanah, serta sisa sayuran, masyarakat dapat mengembangkan media tanam dengan bahan yang relatif mudah diperoleh.

Melalui program edukasi dan inisiasi ini, mahasiswa KKN UAD Periode 159 Unit III.B.3 berharap teknik Hügelkultur dapat terus dikembangkan oleh masyarakat Padukuhan Mertan. Program ini diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan memanfaatkan bahan organik sekaligus mendorong praktik bercocok tanam yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan edukasi dan inisiasi Hügelkultur menjadi salah satu wujud kontribusi mahasiswa KKN UAD dalam mengembangkan potensi lingkungan dan meningkatkan pengetahuan masyarakat. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat diharapkan dapat menjadikan program tersebut tidak hanya sebagai kegiatan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga sebagai praktik yang dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat Padukuhan Mertan. (Mei)

uad.ac.id

Tags: Berita, Berita UAD, Dosen, Dosen UAD, KKN, KKN UAD, Mahasiswa, Mahasiswa UAD, Muhammadiyah, News UAD, UAD, UAD Jogja, UAD Yogyakarta, Universitas Ahmad Dahlan, WeAreUAD
https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/KKN-Universitas-Ahmad-Dahlan-UAD-159-kenalkan-teknik-hugelkultur-kepada-masyarakat-Padukuhan-Mertan-Foto.-KKN-UAD.jpg 1080 1920 Ard https://news.uad.ac.id/wp-content/uploads/logo-news-uad-2.png Ard2026-09-15 10:44:042026-09-15 10:44:04KKN UAD 159 Kenalkan Teknik Hügelkultur kepada Masyarakat Padukuhan Mertan
You might also like
Redefinisi Makna Pendidikan, PBI UAD Rilis Lagu tentang Pendidik Masa Depan
Srikandi Sampah Desa Murtigading: Penyelamat Lingkungan Hidup
Mendidik Anak Tak Semudah Memindahkan Air
Mahasiswa FKM UAD Raih Juara I Lomba Futsal STPN 2025 Se-DIY
UAD Terjunkan Mahasiswa PLP 2 di SMP Muhammadiyah 6 Yogyakarta
Mukmin yang Sukses dalam Perspektif Al-Qur’an

PRESTASI

  • Buat Inovasi Pendidikan dan Literasi, Mahasiswa UAD Raih Tiga Prestasi Nasional20/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Gold dan Silver Medal pada Essay National Competition 202619/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara II Lomba Poster Edukatif Kesehatan Mental18/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara I Lomba Baca Puisi Dahlan Culture Festival 202608/08/2026
  • Mahasiswa UAD Raih Juara 3 Cakrawala National Essay Competition31/07/2026

FEATURE

  • Menelusuri Hakikat dan Empat Tanda Kebahagiaan di Dunia15/09/2026
  • Memaknai Singkatnya Kehidupan dan Rahmat Berlimpah Menuju Surga10/09/2026
  • Menapaki Jalan Lurus melalui Sepuluh Wasiat Allah04/09/2026
  • LPSI UAD Gelar Kajian Tafsir At-Tanwir, Bedah Makna dan Keutamaan Surat Al-Baqarah Ayat 18503/09/2026
  • Menyelami Kedudukan Al-Qur’an dan Spirit Kemudahan Syariat02/09/2026

TENTANG | KRU | KONTAK | REKAPITULASI

Scroll to top