Mubaligh Hijrah UAD 2026: Menghidupkan Kegiatan di Masjid Al-Falah Kandri Girisubo

Program Mubaligh Hijrah 2026 LPSI Universitas Ahmad Dahlan (UAD) di Masjid Al-Falah, Desa Kandri, Pucung, Girisubo, Gunungkidul (Foto. Ammar)
Lembaga Pengembangan Studi Islam (LPSI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) mengadakan program Mubaligh Hijrah 2026. Program pengabdian ini dilaksanakan selama bulan Ramadan di Masjid Al-Falah, Desa Kandri, Kelurahan Pucung, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunungkidul.
Unit I.B.5 menjadi salah satu tim yang terjun langsung dalam agenda ini. Tim ini terdiri dari Muhammad Ammar Khadafi dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, serta dua mahasiswi Bahasa dan Sastra Arab, Salsabila Rizkika Ramadhani Khairunnisa dan Sekar Amirinda Barmuzayyah. Selama di lapangan, mereka dibimbing oleh Muh. Saeful Effendi, M.Pd.B.I. selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Selama masa pengabdian, tim Mubaligh Hijrah tidak hanya mengikuti ibadah rutin, tetapi juga merancang berbagai program unggulan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik keislaman masyarakat setempat.
Salah satu program utama yang dilaksanakan adalah “Kajian Hadis Arba’in An-Nawawi” yang dilaksanakan setiap ba’da Subuh dengan konsep “satu hari satu hadis”. Kajian ini disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami oleh berbagai kalangan, mulai dari remaja hingga orang tua, serta dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.
Kegiatan lain yang dilakukan adalah “Tadarus Surah Al-Kahfi” yang rutin dilaksanakan, khususnya pada hari Jumat, sebagai bentuk penguatan amalan sunnah. Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana membaca Al-Qur’an secara berjamaah, tetapi juga menjadi media syiar Islam yang memperkuat kebiasaan baik di tengah masyarakat.
Selain itu, tim juga menyelenggarakan pendampingan tadarus bagi remaja dan dewasa. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas bacaan Al-Qur’an. Peserta mendapatkan bimbingan terkait ilmu tajwid, seperti makharijul huruf, sifat huruf, kesalahan ketika membaca Al-Qur’an, serta aturan waqaf dan ibtida’.
Pendampingan dilakukan secara bertahap melalui praktik langsung sehingga mampu meningkatkan kefasihan dan ketepatan bacaan peserta.
Rangkaian kegiatan tersebut memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tidak hanya meningkatkan pemahaman keagamaan, kegiatan ini juga berhasil menumbuhkan kebiasaan beribadah. Kehadiran mahasiswa juga turut mempererat ukhuwah serta menghidupkan nilai-nilai Islam di masyarakat.
Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar mengamalkan ilmu yang dimiliki, tetapi juga berkontribusi nyata dalam membangun masyarakat yang religius dan berakhlak. Program ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat di berbagai daerah. (Mei)
