Langkah Strategis KKN UAD Tekan Sampah Rumah Tangga di Sokorojo

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan penguatan Bank Sampah Sepuri Jaya di Nanggulan, Kulon Progo (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Unit IV.C.2 Periode 155 Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan penguatan Bank Sampah Sepuri Jaya di Padukuhan Sokorojo, Kalurahan Wijimulyo, Kapanewon Nanggulan, pada Jumat, 27 Februari 2026. Program ini bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah berbasis lingkungan.
Kegiatan yang dibimbing oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Iin Narwanti, M.Sc., Ph.D., tersebut dilatarbelakangi hasil pengamatan mahasiswa KKN terhadap kondisi Bank Sampah Sepuri Jaya yang belum dimanfaatkan secara optimal. Keterbatasan fasilitas serta partisipasi warga yang masih rendah menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program ini.
Padukuhan Sokorojo yang dihuni sekitar 107 kepala keluarga diperkirakan menghasilkan kurang lebih 53,5 kilogram sampah per hari. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan sampah yang lebih terorganisir melalui optimalisasi peran bank sampah sebagai pusat pengelolaan berbasis masyarakat.
Sebagai langkah penguatan, mahasiswa menyediakan sejumlah fasilitas pendukung, meliputi banner nama bank sampah sebagai identitas dan penanda lokasi, papan informasi untuk menunjang edukasi, serta tempat sampah organik dan anorganik guna mendukung proses pemilahan sejak dari sumbernya.
Kegiatan ini juga diisi dengan sosialisasi yang dihadiri puluhan warga, terdiri atas pengurus bank sampah, ibu-ibu PKK, kelompok tani, kelompok ternak, serta pemuda setempat. Materi yang disampaikan mencakup manfaat bank sampah, pengelolaan sampah berbasis prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle), pemilahan sampah organik dan anorganik, serta optimalisasi pemanfaatan bank sampah.
Ketua KKN Unit IV.C.2 menyampaikan bahwa program ini diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah. “Kami ingin bank sampah tidak hanya menjadi fasilitas, tetapi benar-benar dimanfaatkan secara rutin oleh warga sehingga dapat mengurangi sampah rumah tangga,” ujarnya.
Pengurus Bank Sampah Sepuri Jaya menyambut baik kegiatan tersebut karena dinilai memberikan semangat baru bagi warga untuk kembali aktif menabung sampah dan mengelola lingkungan secara bersama.
Selain penguatan fasilitas dan edukasi, mahasiswa KKN turut menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah anorganik berupa kaca bekas yang dijadikan penopang tiang bendera. Proses pembuatannya menggunakan galon bekas, pipa paralon, dan campuran semen. Galon dipotong sebagai wadah, kemudian diisi adonan semen sebagai lapisan dasar. Pipa ditempatkan di bagian tengah, kaca bekas yang telah dihancurkan dimasukkan dan dipadatkan, lalu kembali ditutup dengan semen hingga rapat.
Inovasi tersebut menunjukkan bahwa limbah anorganik masih memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan kembali secara produktif. Melalui program ini, mahasiswa KKN Reguler Unit IV.C.2 Periode 155 memperkuat peran Bank Sampah Sepuri Jaya sebagai pusat pengelolaan sampah berbasis masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya sistem yang lebih tertata, partisipatif, dan berdampak nyata bagi kebersihan lingkungan Padukuhan Sokorojo. (Doc)
