Mahasiswa UAD Edukasi Warga Padukuhan Pengkok Olah Limbah Dapur Menjadi Pupuk Organik

Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahla (UAD) edukasi warga Padukuhan Pengkok olah limbah dapur jadi pupuk organik (Foto. KKN UAD)
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Periode 155 Unit VIII.A.3 menyelenggarakan “Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Limbah Dapur” menggunakan metode Effective Microorganisms 4 (EM4) sebagai bagian dari program kerja tematik. Kegiatan ini sukses dilaksanakan pada Jumat, 13 Februari 2026 di Balai Padukuhan Pengkok, Kalurahan Pengkok, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul.
Program ini diangkat sebagai solusi teknologi sederhana untuk menekan volume limbah organik di lingkungan rumah tangga. Sebelum program dijalankan, warga Padukuhan Pengkok terbiasa membuang atau membakar limbah dapur seperti sisa makanan dan sayuran begitu saja. Kebiasaan tersebut memicu bau tidak sedap, polusi udara, hingga risiko penyakit.
EM4 dipilih sebagai metode utama karena mampu mempercepat proses fermentasi limbah menjadi kompos atau Pupuk Organik Cair (POC). Selain murah dan ramah lingkungan, metode ini dinilai lebih unggul dalam hal kecepatan dan keamanan dibandingkan cara konvensional seperti penimbunan.
Dalam pelatihan tersebut, mahasiswa mendemonstrasikan proses pengolahan menggunakan wadah kedap udara dari galon bekas. Langkah-langkahnya dimulai dengan memotong kecil limbah dapur, memasukkannya ke dalam galon, lalu mencampurkan larutan EM4 secara merata sebelum wadah ditutup rapat. Setelah proses fermentasi selama 7 hingga 14 hari, pupuk cair tersebut dapat langsung diaplikasikan ke tanaman.
Respons warga Padukuhan Pengkok terpantau sangat baik dan antusias. “Beberapa warga bahkan mencatat dan merekam proses praktik agar dapat mempraktikkannya secara mandiri di rumah,” jelas Dinda selaku penanggung jawab kegiatan tersebut. Mahasiswa mencatat tidak ada tantangan berarti dalam mengedukasi masyarakat terkait pemilahan limbah organik ini.
Mahasiswa KKN UAD Unit VIII.A.3 berharap masyarakat dapat memproduksi pupuk sendiri sehingga mengurangi polusi akibat pembakaran sampah. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat, pemanfaatan limbah ini diharapkan mampu meningkatkan kesuburan tanaman pekarangan warga, baik untuk konsumsi pribadi maupun potensi nilai ekonomi tambahan. (Anove)
