Farmasi UAD Perkenalkan Dagusibu ke Komunitas Muslim di Pulau Jeju Korsel

Tim PKM Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kenalkan Dagusibu ke komunitas muslim di Pulau Jeju Korea Selatan (Foto. Tim PKM Farmasi UAD)
Program Studi Farmasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai Dr. apt. Iis Wahyuningsih, M.Si., menggelar edukasi kesehatan secara daring bagi komunitas Muslim di Pulau Jeju, Korea Selatan, pada 15 Juli 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai konsep Dagusibu (Mendapatkan, Menggunakan, Menyimpan, dan Membuang Obat dengan Benar) sebagai upaya mendukung penggunaan obat yang aman dan rasional.
Pada tahap awal, edukasi difokuskan pada dua aspek utama, yaitu cara mendapatkan dan menggunakan obat dengan benar. Sementara itu, materi mengenai penyimpanan dan pembuangan obat direncanakan akan disampaikan melalui kegiatan luring.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta mengenai pengelolaan obat yang tepat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iis.
Dalam pemaparannya, tim menjelaskan pentingnya memperoleh obat dari fasilitas kesehatan resmi, seperti apotek, rumah sakit, atau penyedia layanan kesehatan berlisensi, guna menjamin kualitas, keamanan, dan khasiat obat. Peserta juga diimbau untuk selalu memeriksa kondisi kemasan, tanggal kedaluwarsa, serta nomor registrasi sebelum menggunakan obat.
Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai penggunaan obat secara rasional, di antaranya dengan mengikuti aturan dosis yang dianjurkan, menyelesaikan pengobatan sesuai resep, serta menghindari penggunaan obat hanya berdasarkan rekomendasi teman atau keluarga tanpa konsultasi tenaga kesehatan.
Meskipun komunitas Muslim di Jeju memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang modern, praktik swamedikasi masih banyak dilakukan. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya edukasi Dagusibu agar masyarakat lebih memahami pengelolaan obat yang benar dan mampu menghindari kesalahan penggunaan obat.
Kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan obat saat bepergian, penyimpanan obat selama perjalanan, serta penanganan penyakit ringan yang sering muncul akibat perubahan musim. Diskusi tersebut menggambarkan tantangan yang dihadapi warga Indonesia yang tinggal di luar negeri dalam mengelola kesehatan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, Tim PkM Farmasi UAD berharap konsep Dagusibu dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaan obat. Selain itu, pemanfaatan platform digital dinilai mampu memperluas jangkauan edukasi kesehatan hingga masyarakat Indonesia di luar negeri, sehingga informasi mengenai penggunaan obat yang aman dan rasional dapat diakses tanpa terbatas oleh jarak geografis.
