Tiga Mahasiswa UAD Siap Berlaga di Pilmapres Nasional

Tiga mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan (UAD) siap berlaga di Pilmapres nasional (Foto. Humas UAD)
Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Tiga mahasiswa UAD berhasil lolos sebagai Finalis Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Nasional 2026 setelah melalui serangkaian seleksi berjenjang mulai dari tingkat fakultas, universitas, hingga Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketiga mahasiswa tersebut adalah M. Analta Gibransyah dari Fakultas Hukum (kategori Sarjana), Rizal Agus Setiawan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (kategori Diploma/Vokasi), serta Dimas Ananda Pangestu dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (kategori Disabilitas). Mereka akan mewakili Daerah Istimewa Yogyakarta pada ajang Pilmapres Nasional dengan membawa berbagai inovasi dan rekam jejak prestasi yang telah memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Analta Gibran mengungkapkan rasa syukur dan kebahagiaannya atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan menjadi finalis nasional bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi juga amanah besar untuk membawa nama baik Universitas Ahmad Dahlan dan Daerah Istimewa Yogyakarta di tingkat nasional.
“Saya ingin menjadikan kesempatan ini sebagai ruang untuk menunjukkan bahwa mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Perjalanan menuju final nasional, lanjut Gibran, ditempuh melalui proses seleksi yang panjang dan pembinaan intensif. Ia mengikuti berbagai simulasi presentasi, wawancara, serta evaluasi secara berkelanjutan bersama dosen pembimbing. Selain itu, ia juga memperoleh pendampingan dari mentor dan para ahli di luar kampus untuk memperkuat kompetensi akademik maupun kepemimpinan.
Dalam ajang Pilmapres, Gibran mengusung gagasan inovatif mengenai pemenuhan hak identitas hukum bagi anak-anak dari kelompok rentan yang belum memiliki akta kelahiran. Gagasan tersebut lahir dari keprihatinannya terhadap masih banyaknya anak yang kehilangan akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, dan perlindungan hukum akibat belum memiliki identitas hukum yang sah.
Sementara itu, Rizal, juga menyampaikan rasa syukur atas kesempatan mewakili DIY di tingkat nasional. Baginya, pencapaian tersebut merupakan buah dari kerja keras, doa, serta dukungan berbagai pihak selama proses pembinaan.
“Kesempatan menjadi Finalis Mahasiswa Berprestasi Nasional merupakan kehormatan besar. Ini menjadi bukti bahwa kerja keras, doa, dan dukungan dari keluarga, dosen, serta Universitas Ahmad Dahlan dapat mengantarkan saya hingga ke tingkat nasional,” katanya.
Rizal menjelaskan bahwa persiapan menuju final dilakukan melalui pembinaan intensif, peningkatan kemampuan bahasa Inggris, penguatan keterampilan presentasi dan komunikasi, hingga penyempurnaan portofolio serta gagasan kreatif yang diusung.
Dalam kompetisi tersebut, ia memperkenalkan OKANA, inovasi daging analog berbasis ampas tahu dan jantung pisang sebagai alternatif pangan berkelanjutan. Produk tersebut memanfaatkan limbah pangan menjadi bahan pangan bernilai gizi dan memiliki nilai tambah sehingga diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi limbah makanan.
Di kategori Disabilitas, Dimas turut mengukir prestasi dengan lolos sebagai finalis nasional. Ia menilai keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang didukung oleh keluarga, dosen pembimbing, OSCOM, teman-teman, dan Universitas Ahmad Dahlan yang senantiasa memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang.
“Pencapaian ini menjadi motivasi bagi saya untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memberikan kontribusi yang lebih luas kepada masyarakat, serta membawa nama baik daerah dan universitas di tingkat nasional,” ungkapnya.
Dimas mempersiapkan diri melalui penyusunan portofolio prestasi, pengembangan gagasan kreatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta berbagai simulasi presentasi dan wawancara. Selama proses seleksi, ia terus melakukan evaluasi berdasarkan masukan dari dosen pembimbing dan tim pendamping OSCOM.
Adapun inovasi yang dibawanya adalah KARTUNARA (Kartu Pantun untuk Tunanetra), sebuah media pembelajaran yang dirancang untuk membantu anak-anak tunanetra memahami karya sastra, khususnya pantun. Program tersebut dikembangkan sebagai solusi atas keterbatasan akses pembelajaran sastra yang inklusif sekaligus mendukung pemerataan pendidikan bagi penyandang disabilitas.
Ketiga finalis tersebut memiliki harapan yang sama, yakni memberikan penampilan terbaik pada ajang Pilmapres Nasional sekaligus mengharumkan nama Universitas Ahmad Dahlan dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Bagi mereka, kompetisi ini bukan semata-mata tentang meraih gelar juara, melainkan menjadi ruang untuk menghadirkan inovasi, memperluas jejaring, serta memperkuat kontribusi mahasiswa dalam menyelesaikan berbagai persoalan di masyarakat.
Mereka juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa UAD agar tidak ragu mengembangkan potensi diri. Prestasi, menurut mereka, dibangun melalui proses belajar yang konsisten, keberanian mencoba berbagai kesempatan, serta komitmen untuk terus memberikan manfaat bagi sesama.
Keberhasilan tiga mahasiswa UAD melaju ke Final Pilmapres Nasional 2026 semakin menegaskan komitmen Universitas Ahmad Dahlan dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang mendorong lahirnya mahasiswa berprestasi, inovatif, berkarakter, dan memiliki kepedulian sosial. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, UAD terus mengantarkan mahasiswanya berkiprah di tingkat nasional maupun internasional sebagai generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghasilkan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pembangunan bangsa. (Mawar)
